Categories
Uncategorized

SCRUM

Apa itu Scrum?

Scrum adalah metode pengembangan perangkat lunak agile yang dikembangkan oleh Jeff Sutherland dan tim pengembangannya di awal tahun 1990-an. Nama Scrum sendiri berasal dari aktivitas yang terjadi dalam pertandingan rugby. Dalam beberapa tahun terakhir, pengembangan lebih lanjut untuk metode Scrum telah dilakukan oleh Schwaber dan Beedle.

Prinsip Scrum konsisten dengan manifesto agile dan digunakan untuk membimbing aktivitas pengembangan dalam sebuah proses yang menggabungkan kegiatan kerangka kerja (framework activities) berikut:

  1. Kebutuhan (requirements)
  2. Analisis (analysis)
  3. Desain (design)
  4. Evolusi (evolution)
  5. Pengiriman (delivery)

Dalam setiap kegiatan kerangka kerja, work task terjadi di dalam pola proses yang disebut sprint. Pekerjaan yang dilakukan di dalam sprint (jumlah sprint yang dibutuhkan untuk setiap kegiatan kerangka kerja akan bervariasi tergantung pada kompleksitas dan ukuran produk) disesuaikan dengan permasalahan yang dihadapi dan didefinisikan dan sering dimodifikasi secara real time oleh tim Scrum.

Scrum menekankan penggunaan serangkaian pola proses perangkat lunak yang sudah terbukti efektif untuk proyek dengan jadwal yang ketat,  kebutuhan yang berubah-ubah, dan business criticality (hal yang sangat dibutuhkan agar suatu bisnis sukses). Setiap pola proses ini mendefinisikan serangkaian tindakan pengembangan (development actions):

  1. Backlog, adalah daftar prioritas kebutuhan proyek atau fitur-fitur yang memberikan nilai bisnis bagi pelanggan. Item bisa ditambahkan ke dalam backlog kapan saja (ini adalah cara perubahan diperkenalkan). Manajer produk menilai backlog dan memperbarui prioritas sesuai kebutuhan.
  2. Sprints, terdiri dari unit kerja yang diharuskan untuk mencapai kebutuhan yang didefinisikan di backlog yang harus sesuai dengan time-box yang telah ditentukan (biasanya 30 hari). Perubahan (seperti backlog work items) tidak diperkenalkan selama sprint. Oleh karena itu, sprint memungkinkan anggota tim untuk bekerja dalam jangka pendek dengan lingkungan yang stabil.
  3. Scrum Meetings, adalah rapat pendek (biasanya 15 menit) yang diadakan setiap hari oleh tim Scrum. Tiga pertanyaan utama ditanyakan dan dijawab oleh semua anggota tim :
    1. Apa yang kamu lakukan sejak rapat tim terakhir?
    2. Apa hambatan yang kamu temui?
    3. Apa yang kamu rencanakan akan tercapai sebelum rapat berikutnya?

    Seorang pemimpin tim, yang disebut dengan Scrum Master, memimpin rapat dan menilai tanggapan dari semua orang. Rapat Scrum membantu tim untuk menemukan potensi permasalahan secepat mungkin. Selain itu, rapat harian ini mengarah pada “sosialisasi pengetahuan” dan dengan demikian mempromosikan struktur tim yang mengatur diri sendiri.

  4. Demos, menyampaikan perkembangan perangkat lunak ke pelanggan sehingga fungsionalitas yang telah diterapkan dapat diperagakan dan dinilai oleh pelanggan. Penting untuk dicatat bahwa demo mungkin tidak memiliki semua fungsionalitas yang telah direncanakan, melainkan fungsi-fungsi yang bisa disampaikan dalam jangka time-box yang telah ditentukan.
    Beedle dan rekan-rekannya mempresentasikan sebuah diskusi komprehensif mengenai pola-pola ini di mana mereka menyatakan “Scrum mengasumsikan di muka keberadaan kekacauan. . . .”. Pola proses Scrum memungkinkan tim perangkat lunak untuk bekerja dengan sukses di dunia di mana eliminasi ketidakpastian tidak mungkin dilakukan.
Categories
Uncategorized

Hello world!

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!